Oleh: tphpi | Agustus 26, 2008

PROSEDUR ANALISIS CHLORAMPENICOL

Analisa Chlorampenicol

Sejenis antibiotic berbentuk kristal putih yang larut dalam air yang rasanya sangat pahit. Pada umunya, digunakan untuk melawan bakteri gram negative, pseudomonas, rickettsiae, chlomyda , mycoplasma, dan enteriobakteriaceae.

Bahaya pemakaian antibiotic chlorampenicol pada produk perikanan :

Antibiotic tersebut sudah tidak efektif lagi melawan kuman penyakit

Gejala kepekaan atau alergi seperti gatal-gatal, timbul bintik-bintik merah, pingsan

Keseimbangan bakteri normal terganggu

kerusakan pada sumsum tulang belakang yang mengakibatkan diskrasia darah.

Alat yang digunakan:

  • Labu ukur
  • Pipet dan pipet boy
  • Cawan Petri
  • Food processor/blender
  • Sendok stainless steel
  • Timbangan analitik
  • Beaker glass
  • Tabung reaksi 50 ml
  • Vortex mixer
  • Centrifuge
  • Tabung reaksi 15 ml
  • Rak tabung reaksi
  • Nitrogen evaporator
  • Basket
  • HPLC

Bahan Kimia / Reagen :

  • Ethyl acetate
  • Chloroform
  • Hexane
  • Aquadest

Prosedur :

Contoh dihomogenkan dengan menggunakan food processor / blender. Setelah itu masukkan ke dalam cawan Petri

Timbang contoh 5 – 6 gram ke dalam tabung reaksi 50 ml. tulis kode dan berat contoh pada ketas label dan tempelkan pada tabung reaksi

tambahkan 2 ml aquadest untuk mengikat chlorampenicol

Vortex selama 1 menit supaya contoh dapat bercampur. Diamkan 10 menit agar zat yang terkandung dalam sample lebih terikat dengan air.

Tambahkan 6 ml ethyl acetate, lalu vortex selama 1 menit.

Centrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 4000 rpm. Dari proses ini akan dihasilkan 3 lapisan yaitu:

Ambil 4,2 ml lapisan teratas, dan pindahkan ke tabung reaksi 15 ml. lapisan merupakan lapisan organic yang mengandung CAP

keringkan dengan Nitrogen Evaporator dengan suhu 300C hingga kering (± 20 menit)

Tambahkan 1 ml hexan, 1 ml chloform, untuk melarutkan CAP yang melekat pada tabung dan lemak yang mungkin masih tertinggal,. Lalu, tambahkan 1 ml aquadest, untuk mengikat CAP sehingga terpisah dari lemak.

Vortex selama 2 menit dengan kecepatan 25 rpm.

Centrifuge 10 menit 4000 rpm, dengan menggunakan suhu rendah. Maka akan terbentiuk 2 lapisan, yaitu :

CAP yang berikatan dengan air

chloroform dan hexana

Ambil lapisan atas, kemudian saring dengan filter sample. Filtrat tersebut di injek k eke HPLC

setelah didapatkan nilai CAP dari HPLC, kadar CAP dihitung dengan memasukkan harga absorbance contoh kedalam persamaan garis standart. Rumus perhitungan konsentrasi CAP, adalah:

Cone Heave Metals = (Ac – Ab) – a x fp

b x berat contoh

keterangan = Ac : Absorban contoh

Ab : Absorban blanko

a : Intercept dari persamaan regresi standar

b. : Slope dari persamaan regresi standar

fp : Faktor pengenceran/ factor perkalian


Tanggapan

  1. Apakah untuk uji Chloramphenicol dapat menggunakan alat selain HPLC?

  2. Terima kasih komentarnya. Untuk sementara memang chloramphenicol musti diuji dengan HPLC. Masih belum ada alat lain yang bisa mendeteksi zat antibiotik dalam jumlah kecil. Coz Uni Eropa mensyaratkan ga ada chloramphenicol dan nitrofuran dalam produk perikanan sama sekali. Memang pengujian ini cukup mahal. Semoga saja segera ada reagen yang bisa mendeteksi adanya Chloram atau tidak dengan cepat . murah dan mudah.

  3. alat yang digunakan untuk uji chlorompenikol adalah HPLC. bisa tidak kalau alat itu ditampilkan. saya belum pernah melihat alat itu, sedangkan di CP tempat saya bekerja akan ada uji chlorompenikol, tapi saya belum tahu seperti apa, di sini juga baru mau di adakan uji chlorompenicol.

  4. bisakan tphpi menampilkan alat HPLCnya..
    sebagai referensi saya…
    kalau saya mau order alat HPLC harus menghubungi suplayer mana?

  5. Sedikit berkoment dgn Uji CAP :
    Sebenarnya metode Uji CAP dapat juga menggunakan LC-MS/MS dengan sensitivitas lebih tinggi dibandingkan dengan HPLC. Detection Limit : 0.05 ppb (part per billiun), sedangkan HPLC memiliki Detection Limit berkisar 0.5 – 1 ppm (500 – 1000 ppb). Sebagai informasi UE mempersyaratkan maks. residu CAP 0.3 ppb.

  6. Terimakasih mas suptiyanto. Semoga menambah wawasan ilmu biokimia kita.

  7. terimakasih .semoga dapat kita dapat mempelajari dan menambah wawasan yang lebih lagi tentang biokimia kita,tapi akhir-akhir ini yang meresaakan para petani tambak terutama pada udang yaitu adaanya virusa yang di sebut dengan white spot,kenapa belum ada yang menemukan obat sampAI SEKARANG,

  8. Untuk menguji ada dan tidaknya kandungan chlorampenicol pada madu bisa tidak ya……untuk HPLC ditempat kami ada

  9. Mohon maaf saya sendiri belum pernah menganalisa kloramphenikol di madu. Menurut hemat saya bisa dengan memisahkan air dan partikel madu sendiri.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori