Oleh: tphpi | November 6, 2008

OBSERVASI LAPANG TARUNA TINGKAT 1

Praktikum terpadu taruna Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan SMK Negeri 2 Turen tinggat 1 mengambil tempat di Pelabuhan Perikanan Pondok Dadap, Sendangbiru, Sumbermanjing wetan, Kabupaten Malang. 24 taruna melakukan pengamatan dan observasi serta interview pada pelaku usaha di bidang perikanan. Observasi dilakukan pada proses pelelangan ikan, pemindangan ikan tuna, penanganan ikan tuna untuk dikirim ke perusahaan pembekuan dan pembuatan es balok, serta pengamatan organisme di pantai sendangbiru.

  1. Pelelangan Ikan di Tempat Pelelangan Ikan, Sendangbiru

Proses pelelangan ikan dimulai saat pendaratan ikan dari kapal. Ikan Tuna dan cakalang yang telah ditempatkan pada keranjang, dipanggul ke lokasi pelelangan untuk ditimbang. Selanjutnya dibuka penawaran pada ikan yang didaratkan sesuai kondisi ikan. Semakin bagus kondisi ikan, maka harga per kilogram ikan semakin mahal. Setelah harga lelang tertinggi ditentukan dan disetujui pemilik ikan, maka ikan segera dibawa oleh pemilik yang baru.

  1. Perusahaan penanganan ikan segarĀ  Mina Margo Utomo, Sendangbiru

Ikan-ikan segar berukuran besar dibersihkan dan disiangi untuk mengeluarkan insang dan isi perut. Selanjutnya di masukkan box fiber maupun plastik dengan lapisan es diatas dan bagian bawah. Untuk meningkatkan suhu dingin, maka ditambahkan garam grosok. Ikan dalam box siap untuk dikirimkan.

  1. Proses pembuatan Es di PT. DEHO, Sendangbiru

Mesin kompresor meniupkan cairan freon kedalam ruang proses untuk mendinginkan air laut. Air laut yang telah dingin merubah air tawar dalam cetakan menjadi beku. Setelah proses selama 20 jam, es dapat diangkat dan siap digunakan untuk mempertahankan tingkat kesegaran ikan.

  1. Proses Pemindangan Ikan Tuna dan Cakalang.

Ikan tuna dan cakalang dari lelang di pelabuhan diangkut ke tempat pemindangan. Kemudian ikan dicuci dan ditempatkan pada reyeng sesuai ukuran ikan. Setelah itu, ikan direbus dalam air garam selama 1-2 jam. Ikan yang telah matang sudah menjadi ikan pindang yang siap dipasarkan.

Setelah pengamatan pada proses penanganan ikan, observasi dilanjutkan pada lingkungan pantai sendangbiru dan pantai dipulau sempu. Pengamatan ditujukan pada keragaman organisme Molusca, Echinodermata dan Arthopoda di lingkungan pantai. Organisme di pantai Sendangbiru telah jarang ditemui akibat banyaknya sampah dan tingginya aktifitas penangkapan ikan. Sedangkan pantai di pulau sempu yang masih lebih alami, banyak ditemui organisme-organisme perairan.



Beri tanggapan

Your response:

Kategori